Implementasi Kebijakan (Teori
Sebatier & Mazmanian)
Pengantar
Pengimplementasian suatu kebijakan merupakan puncak
dari suatu peraturan ataupun kebijakan tersebut dibuat. Tahap
pengimplementasian secara umum merupakan bagaimana suatu kebijakan yang
dikeluarkan yang menjadi suatu jawaban dari masalah yang dialami masyarakat
diterapkan agar maksimal dan dapat menjawab permasalahan tersebut. Namun, tahap
pengimplementasian bukanlah merupakan bagian yang mudah. Pembuat kebijakan
perlu melihat dan menyusun strategi yang baik agar kebijakan yang dibuat
benar-benar bisa berjalan dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan pertimbangan-pertimbangan
yang jelas dan pemikiran yang meluas agar suatu kebijakan tersebut dapat
diimplementasikan dengan baik.
Hal ini tentunya bukan atas dasar pendapat saja,
melainkan bagaimana kita melihat banyak diantara kebijakan-kebijakan yang
dikeluarkan oleh Pemerintah, baik Pemerintah Pusat ataupun Pemerintah Daerah
yang ternyata bisa dikatakan gagal dalam pengimplementasian sehingga kebijakan
yang dikeluarkan tersebut kedepannya hanyalah seperti hiasan saja bagi selama
masa kepemimpinannya dengan catatan telah pernah dibuat suatu Peraturan. Hal
ini bisa disebabkan berbagai hal yang ternyata tidak diperhitungkan pada saat
pengimplementasiaannya seperti ketidakcocokan budaya masyarakat setempat,
kebelumsiapan masyarakat, dan hal-hal lainnya. Kejadian lainnya adalah bahwa
sebenarnya pembuat keputusan sudah melihat masalah tersebut, hanya saja masih
belum tepat bagaimana cara mengatasinya.
Kajian Teoritis
Teori Daniel A. Mazmanian dan Paul A. Sabatier (1983)
. Dalam Teori ini dinyatakan bahwa ada tiga kelompok variabel yang mempengaruhi
kesuksesan implementasi, yakni;
1. Karakteristik dari Masalah (tractability of the
problems)
2. Karakteristik Kebijakan/ undang-undang (ability of
statute to structure implementation)
3. Variabel Lingkungan (non statutory variables
affecting implementation)
